Rabu, 09 Oktober 2013

Mimpi, Dilamar Tuhan

Seorang gadis yang sedang tergila-gila dengan dunia keagamaan, mulai tumbuh menjadi gadis yang sedang jatuh cinta. Tapi cintanya tergilakan hanya kepada Allah. Suatu pagi, tiba-tiba tersentak hatinya. “Aku ingin bersolek secantik-cantiknya, karena sebentar lagi seseorang akan melamarku..???.” Katanya dalam benaknya sendiri.
*****
Usai shalat isya` seperti biasa ia membaca alquran dengan saritilawah bacaan yang merdu nan fasih lembar demi lembar halaman mushaf alquran ia susuri dengan mata jelitanya, tak lama ia membacaa alquran biasanya hanya berkisar kurang lebih 15 menitan, dan selesailah ia. kemudian  belajar menelaah pelajaran yang baru dipelajarinya ketika di kampus seharian tadi, ia mulai mengambil sebuah buku yang tertata rapi di mejanya membuka bukunya, sorot matanya mulai menyusur barisan huruf lalu kata perkata, hingga kalimat dalam beberapa lembar halamannya, satu jam pun berlalu, dan ia mulai jenuh dengan buku yang dipegangnya itu, lalu dia pun kembali mengambil buku  yang lain, kali ini buku yang ia ambil adalah buku keagamaan yang berjudul tuntunan sholat sunat, ia pun nampaknya mulai tertarik dengan buku ini.  Lalu   ia pun membacanya perlahan satu halaman ia buka , dan terdapat lah disanaa tulisan tentang tatacara sholat istikhoroh, ia pun mulai membacanya dengan sembari memahaminya. Ia hanya sesekali menganggukkan kepalanya setelah mata beningnya menyusur kalimat dalam hal buku tersebut. Pertanda bahwa ia faham akan maksud tulisan tersebut. Kesunyian malam menemaninya serta merta dengan bibirnya yang tak berkutik seucap katapun. Setelah 10 menit berlalu, ia pun segera beranjak dari kursi tempat belajarnya, dan berdiri bangkit berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan sejenak kemudian ia pun mulai mengenakan mukena yang tadi usai dipakainya sholat isya` tadi, mukena itu masih menggantung di tempat gantungan, diraih dan dipakainya. Lalu terdengarlah suara merdu sedang melantunkan takbir “Allahu..Akbar..”. mulailah ia bermunajat kehadirat ilahi, berdiri menundukkan pandangan ke tempat sujud,sedang  lisannya tak berhenti sejenakpun bergumam membaca alfatihah,sebagian ayat dari  surat alquranpun disenandungkannya.  lalu rukuk dan itidal kemudian sujud dan  selang beberapa menit kemudian diakhirilah oolehnya dengan mengucap salam “Assalamu`alaaikum warahmatullah.” Masih dalam keadaan duduk diatas sajadah hijau itu sang gadis mulai membaca dzikir dan berdoa.
*****
            Lama kurang lebih 30 menitan ia berdzikir dan berdoa itu nampaknya ia mulai mengantuk, dan rasa kantuk itu telah mulai merayap menyusup penuh, ia pun tak kuasa menahan tubuhnya dan spontan berbaringlah ia menghadap kiblat  dalam keadaan masih mengenakan mukena hijaunya diatas sajadah hijau.  Itu semilir angin sepoi-sepoi nan sejuk mulai menusuk terlelaplah ia dalam tidurnya yang kemudian mengantarkan ke alam mimpi, bermimpilah iademikian kronologi mimpinya. Gadis itu pun bersolek di depan cermin.Tanpa ia sadari ia pun pergi ke kampusseperti biasanya. Ketika baru masuk ke gerbang kampus, betapa mengejutkannya, tiba-tiba hampir seluruh mahasiswa  isi kampusberdiri menyambutnya. Tapi menyambutnya tidak dengan cara bertepuk tangan atau menghormatI bak datangnya presiden. Namun menyambut dengan mulut ternganga, sembari berdecak-decak, alangkah cantiknya gadis ini. Luarrrr biasa. Si Gadis malah tambah bingung. Ia lari ke toilet untuk mencari cermin. Begitu bercermin kagetnya bukan main. Kenapa matanya jadi bening seperti bidadari. Pipinya jadi merah merona. Bibirnya bak gendewa. Alisnya seperti barisan semut hitam. Bulunya melentik seperti lampu diterpa angin sepoi. Ya Tuhan…ada apa ini? Gumamnya sambil tak habis pikir kenapa dirinya berubah jelita?. Sejenak ia baca istighfar. Lalu ia lari ke Musholla. Disana ia mengadu, berdoa pada tuhan, , dan di luar dugaan, ia sudah dikelilingi oleh para Auliya’ dan seorang Sahabat Nabi, yang sedang membawa syurban hijau sebagai tanda lamaran. “Subhanallah…Allah benar-benar melamarku…” katanya dalam hati. ia tak berani masuk kantor. Hanya diam di Musholla. Berkali-kali istighfar. Lalu ada suara lembut di hatinya. “Itulah Khirqoh dalam thariqat sufi…Kau telah mendapatkannya…”. Suara itu hilang ditelan sesenggukan tangis dan sesaknya dada. Setelah itu spontan terbagunlah ia dari mimpi tidunya tadi. 
*****
Bangkitlah ia dengan duduk bersimpuh masih mengahadap kiblat, Ia hanya termenung merenung, mengingat-ingat mimpi yang barusan ia alami, berfikir apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, lalu mencoba menafsirkan arti mimpi itu, ia pun bergulat dalaam kecamuk fikiran yang menerawang, ia pun tak bisa menemukan jawaban pasti, yang hadir hanyalah puluhan hipotesa dan prediksi, tanda tanya besar nian berputar-putar dalam benaknya.  “ya allah..apakah sebenarnya makna dri mimpiku tadi, apakah akau benar-benar akan mendapatkaan jodoh yang selama iuni kunanti?”. Gumamnya dalam hati. Ia pun belum benar-benar yakin dengan tafsirannya sendiri, “mm. Mending besok aku tanyakan sajaa pada ibu, atau temanku, dan kaalaau jawaban dari merekapun belum meyakinkanku, akan aku tanyakan saja ke pak ustadz mushola, oh iya benar itu, lebih baik aku bertanya vpada banyak orang jadi aku banyak pertimbangan yang komplek nantinya”. gumamnya lagi dalam hati. Maish ia bergumam dalam hati lagi “Dari pada aku termenung mending aku membaca sholawat dan berdzikilah.. sembari menunggu waktu shubuh tiba”. Maka seraya duduk menghadap kiblat. kembalilah ia dalam dzikirnya, hening  nan khusyu. Dalam doanya ia berucap; “Ya Allah yaa tuhanku  sesungguhnya  Hanya Ada 3 Hari Dalam Hidupku Ini. HARI KEMARIN..Aku tak bisa mengubah apapun yg telah terjadi. Aku tak bisa menarik perkataan yg telah terucapkan. Aku tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Aku rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; LEPASKAN saja wahai tuhanku. lalu HARI ESOK..Hingga mentari terbit esok hari, Aku tak tahu apa yg akan terjadi. Aku belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari. Aku tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari. Karena Esok hari belum tiba BIARKAN saja. Dan Yang tersisa kini hanyalah HARI INI..Pintu masa lalu telah tertutup. Pintu masa depanpun belum tiba. Pusatkan saja diri Aku untuk hari ini. Aku dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini, Bila Aku mampu melupakan hari kemarin. Dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Aku ingin hidup bahagia, Hidup apa adanya hari ini. Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikirankuyang rumit.
 ******
Saat itu berselang 20 menit kemudian, sayup-sayup terdengar suara lantunan adzan menggema di seantero masjid searea daerah perumahan tersebut, dan mulailah sang gadis beranjak berwudlu lagi karna tadi ia telah batal wudlunya. Lalu ia pun bergegas keluar kamar dan menuju ke mushola yang terletak tak jaauh dari tempat ia tinggal kira-kira hanya 15 meter dari rumahnya. Sampailah ia di mushola bertemu dengan  dua ibu-ibu paruh baya, salaing bersalaman dan menyapa mereka, lalu melaksanakan sholat sunnah. Setelah itu duduk hanya kira-kira 3 menit mereka  duduk bersimpuh menghadap kiblat usai sholat sunat. Iqomahpun dikumandangkan sang muadzin dan sang imampun mulai berdiri menuju pengimaman di ikuti semua jamaah laki-laki yang berada di mushola itu mulai berbaris berjajar rapi dalam 2 barisan. Sang imam memperhatikan dalam barisan pertama itu masih belum terpenuhi benar, sehingga tersisa ruang kosong satu orang maka sang imam pun menyuruh sang makmum yang  berada di barisan kedua untuk maju sembari ‘ sawwu shufufakum, fainna tshfiyats shufuufy min tamaamissholaat.” Lau sang mkmum pun mengisi ruang barisan yang kosong tersebut dan muailah sang imam membaca takbir “ Allahu akbar.... berlanjut  dengan bacaan serta pergantian gerak dalam proses sholat yang diakhiri dengn ucaapan salam. “ Assalamuaalikum..warahmatullaoh...:”. . semua yang berkumpul di mushola itu menyenandungkan dzikir serta doa , tak terluput jua sang gadis, ia pun berdoa lagi “
Sementara untuk detik ini aku rindu dan ingin tau siapa seorang yang mendampingi aku kelak.dimana aku bisa bercanda tawa bersama, bisa untuk saling melengkapi hidup, saling mengisi antara satu dengan yang lain. Yaa allah. Yaa tuhankui... Pertemukanlah aku dengan calon yang akan mengisii hidup aku kelak walaupun itu hanya sebatas mimpi dan angan".selayaknya mimpi yang baru saja ku alami semalam tadi”. Aamiin..
*****
Seperti biasa di mushola itu setiap usai sholat shubuh ada kajian keislaman atau biasa disebut dengan kultum,”kuliah tujuh menit” bagi para jamaah yang hadir dan sang imam yang mendapat giliran sebagai narasumbernya. Adapun tema kajian kali ini adalah takdir bagian kehidupan kita sudah diatur tuhan. Berikut cuplikan isi pesan mutiara nasehat dari kajian pagi hari itu;
sebuah masakan menjadi sedap karena dimasukkan bumbu-bumbu yang "dipilih" oleh koki yang memasaknya. begitupun sebuah kehidupan menjadi indah karena masuknya orang-orang yang tuhan "ijinkan" dalam kehidupan seseorang. ada yang masuk seperti kunyit, walau penampilannya jelek, tapi sanggup memberi "warna indah" yang sulit dilupakan. ada yang masuk sepertt bawang merah yang semakin lama bersamanya semakin banyak "air mata" yang tertumpah. ada yang masuk seperti lada walau nampak kecil halus, tapi memberi "kehangatan”. ada juga yg masuk seperti cabai, yang "menipu" dengan warnanya yang menarik tapi membuat "keringat" bercucuran. sahabatku. jagalah dan jangan sia-siakan.. mereka yang masuk memberi kebaikan dalam hidupkita, serta syukurilah dan janganlah membenci mereka yang masuk "menyakiti" hidup kita, karena, merekapun juga "berperan" menyedapkan pribadi kita!. semuanya itu, tuhan izinkan "masuk" untuk merubah segala yang "tidak baik" yang ada dalam pribadi kita menjadi baik.

Mendengar kajian tersebut, ia mengangguk-angguk bersama para ibu-ibu yang lain, memahami apa maksud dan isinya, hingga diskusi pun berlalu ada salah satu yang menyimpulkan Ya, pada intinya tak perlu menjadi siapapun, dan berkonotasi apapun, kecuali menjadi diri kita; pengembara dalam jagat keilmuan dan penggalian hakikat ke-"diri"-an. Pengembara tak akan pernah prematur dalam berkesimpulan karena ia terus menyusuri tapak pendahulunya. Pengembara hanya menghampiri gazebo, gubuk, rumah maupun istana, lalu bercengkerama masyuk dengan penghuninya. Terbahak, menangis, maupun terpekur. Lalu.Ia segera bergegas, melanjutkan hakikat perjalanan hingga sampai pada titik awal, bukan titik akhir, bahwa "hidup hanya mampir nge-charge!" Titik awal yang menyentak kesadaran, bahwa ia, manusia, hanya Hamba yang "kesepian"!
 .